Skip to main content

Sinetron dan Anime, apa yang harus di perdebatkan?




Halo kawan semua, kabar gimana kabar? semoga nggak “ngenes” kaya si penulis blog ini :’( huu..

Hemm.. fokus!! Oke kali ini saya akan membahas tentang tontonan kita sehari-hari yaitu sinetron dan anime, berhubung banyak teman-teman saya di Facebook yang pada kisruh mengenai anime dan sinetron yang semakin menjerumus pertengkaran, jadi dari pada menimbulkan perpecahan maka saya membuat artikel ini untuk meluruskan masalah ini dan membahas tuntas mengenai topik diatas. Tanpa basa-basi langsung saja ke permasalahan, selamat membaca.

 
Kita mulai dari sinetron, menurut Wikipedia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia sinetron (singkatan dari “sinema elektronik”) merupakan istilah untuk program drama bersambung produksi Indonesia yang disiarkan oleh stasiun televis di Indonesia, oh ya dalam bahasa inggris sinetron diterjemahkan menjadi Soap Opera. Istlah sinetron pertamakali dicetuskan olah Soemardjono salah satu pendiri dan mantan pengajar di Institut Kesenian Jakarta.
Rata-rata sinetron yang sering kita lihat di televisi memiliki jalan cerita seputar kehidupan sehari-hari yang selalu diselipkan konflik berkepanjangan maupun kisah percintaan antar tokohnya. Oh iya, selain diatas sinetron kadang juga merupakan adaptasi dari film-film luar negeri saya yakin tidak usah disebutkan pun anda sudah tau contohnya.
Kebanyakan sinetron memiliki ranting remaja dah semua umur sehingga ditayangkan pada jam keluarga sehingga tidak heran banyak sinetron yang menduduki ranting tinggi di pertelevisian Indonesia. Selain itu kandungan humor, paras pemain yang wah, dan tokoh antagonis yang “bikin gemes” juga menjadi faktor utama sebuah sinetron memiliki ranting yang tinggi, dan tentunya menguntungkan bagi produser maupun stasiun televisi yang menayangkannya.Tak lepas dari menguntungkanya “bisnis” sinetron ini, tentu saja ada beberapa hal negatif yang sering diutarakan oleh pamirsanya seperti:

1.       Kualitas cerita yang menurun seiring dengan berjalannya sinetron, hal ini biasanya dilihat ketika mencapai episode 200 lebih. Ditandai dengan alur yang mengada-ada yang terkesan membosankan.
2.       Kebanyakan sinetron hanya dibuat sebagai tujuan komersil belaka dan mengesampingkan amanat atau pesan yang ada sehingga di khawatirkan tidak bersifat mendidik.
3.       Beberapa sinetron adaptasi dari film luar negeri sering menuai kritik karena di anggap tidak kreatif dan masalah hak cipta.
4.       Karena sinetron ber-ranting remaja yang ditayangkan pada jam keluarga, akibatnya banyak anak di bawah umur yang melihat konten sinetron yang  sebenarnya belum pantas untuk di tonton, seperti adegan pacaran yang jelas tidak pantas jika di tonton anak-anak.

Tentunya selain yang saya sebutkan di atas, sinetron juga memiliki amanat yang sangat penting pada kehidupan sehari hari seperti pentingnya untuk menghormati orang tua, menolong tanpa pamrih juga ikhlas terhadap musibah yang dialami, dan beberapa konten positif seperti lokasi pengambilan gambar yang dapat mempromosikan suatu daerah di Indonesia yang tetunya akan menaikan nilai pariwisata suatu daerah.
Selanjutnya, langsung saja ke topik ke dua yaitu anime. Anime (baca a-ni-me; bukan a-nim) adalah sebuah animasi khas jepang, yang bisanya menyajikan gambar warna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi atau cerita tergantung genre yang dianut. Oh ya, rata-rata anime merupakan adaptasi dari manga (komik jepang). Anime mulai terkenal di dunia sejak ditayangkannya Astro Boy karya Ozamu Tezuka pada tahun 1963 silam, bahkan di Jepang, masyarakat sangat antusias untuk menonton anime dan membaca manga baik itu orang dewasa, remaja, bahkah hingga anak-anak. Beberapa anime yang terkenal seperti Doraemon, Naruto, dan Crayon Shincan juga pernah tayang di stasiun televisi Indonesia. Selain itu seiring perjalanan waktu, kualitas gambar  dari anime semakin meningkat dan menarik untuk dilihat.
Untuk jalan cerita anime termasuk memiliki jalan cerita dengan latar yang bermacam-macam dengan tokoh yang bermacam-macam pula mulai dari cerita legenda bahkan cerita yang benar-benar baru, anime juga memiliki genre yang bermacam-macam tergantung sasaran pemirsanya mulai dari komedy untuk anak-anak hingga hentai yang khusus untuk dewasa, tapi di Indonesia sendiri entah kenapa anime di identikan dengan tontonan anak kecil, contohnya pada anime Crayon Sinchan yang sebenarnya di tujukan kepada pemirsa dewasa, kesalahan persepsi ini juga sama untuk tayangan Jepang lainnya seperti Kamen Rider dan serial tokusatsu lainnya yang sesungguhnya di tunjukan untuk pemirsa remaja karena kerumitan cerita dan konten yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Meski seperti begitu, anime dapat pula membawa dampak negatif, seperti:

1.       Adanya anime yang memiliki tampilan untuk anak-anak tapi sebenarnya adalah anime yang dikhususkan untuk dewasa, contohnya pada Crayon Shincan yang meskipun terlihat kekanak-kanakan tapi sebenarnya adalah anime yang ditayangkan untuk dewasa.
2.       Beberapa anime yang terlalu violance untuk remaja seperti Death Note, tapi masih memiliki batas wajar untuk pemirsanya.

Tapi jelas, anime juga memiliki amanat atau pesan yang mendidik seperti pentingnya persahabatan dan hubungan pertemanan, meskipun pesan itu disampaikan secara tersirat dan dari sisi pariwisata sendiri juga sebagai promosi kebudayaan negeri Jepang, yang dapat meningkatkan potensi wisata di negara itu sendiri.
Jadi, kesimpulannya baik sinetron maupun anime sebenarnya sama yaitu sebagai tontonan untuk menghibur pemirsa khalayak yang haus akan hiburan. Mengenai nilai moral atau mendidik-tidaknya suatu tontonan sebenarnya tergantung dari pendapat pemirsa sendiri, selain itu saya percaya bahwa anda semua adalah pemirsa yang cerdas dan bijaksana yang tahu untuk memilih tontonan yang sesuai untuk anda dan keluarga, seperti yang saya sebutkan diatas “sinetron dan anime, apa yang harus diperdebatkan?” jawabannya ada di diri anda masing-masing.
Oke itu saja sekian dari saya, apabila ada salah kata yang tidak di kenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih telah membaca postingan saya.
Salam luar biasa....
 

Comments

Popular posts from this blog

Review Asus ROG Phone II: Gadget Gaming Monster Terlengkap

Review Asus ROG Phone II: Gadget Gaming Monster Terlengkap Berkaca dari kesuksesan ROG Phone yang telah diluncurkan pada akhir 2018 lalu, Asus melalui brand gamingnya ROG, pada bulan Desember lalu memperkenalkan flagship gaming mobile terbaru Asus ROG Phone II yang sekaligus menjadi versi upgrade dan legacy dari ROG Phone. Dengan berbagai upgrade pada lini dapur pacunya seperti SoC Snapdragon 855 Plus Mobile Platform yang digadang-gadang merupakan SoC terkencang saat ini, ROG Phone II juga   menghadirkan upgrade pada lini hardwarenya seperti kapasitas penyimpanan hingga 512GB dengan teknologi UFS 3.0, battery berkapasitas 6000 mAh, layar AMOLED dengan refresh rate 120Hz, hingga kamera yang dikatakan setara dengan produk Asus lainnya yaitu Zenfone 6. Dengan spesifikasi “monster” seperti diatas, ROG benar-benar berkomitmen untuk menghadirkan sensasi gaming mobile premium kepada setiap penggunanya. Lalu kenapa kami berani   menyebut ROG Phone II sebagai Ga...

Bulan, Apakah Ada Kehidupan Disana?

Meskipun pertanyaan yang sedikit aneh ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana??...Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang mirip atau lebih dekat sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya menciptakan benda langit yang dapat dihuni oleh makhluk seperti kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita??..makhluk cerdas dari luar bumi yang sampai saat ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan…